LINGKUNGAN HIDUP

UJI KANDUNGAN AIR DI SELOKAN SEKOLAH

UJI AIR DI SALURAN SEKOLAH
suhu udara 32 C air 31 C
tingkat kekeruhan air 40 J…TU PH 8
DO 4 ppm
Organisme dalam Air
ikan kutuk, jentik – jentik, lumut, belut, yuyu ( sejenis kepiting)

 

AYO BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA

OLEH: DEBBY LIONY

pada hari ini tanggal 1 desember 2011 udara sangat cerah walaupun tadi pagi sedikit hujan, sebab pagi ini kami memulai ujian awal semester kami. meskipun hari ujian tapi kami sebagai anak OSIS yang baik tetap melaksanakan program yaitu kampanye dan program pengurangan sampah plastik dengan cara memakai piring pada saat makan di kantin kata selly bendahara OSIS. Hal ini tidak menggangu dan berpengaruh pada proses jual beli di kantin,  sengdangkan bapak kantinpun berkata makanan dikantin lebih sehat karena tidak menggunakan sampah plastik.

Selain itu di sekolah SMPK St Stanislaus juga menjalankan program kampanye dengan mengamen menyanyikan  lagu ayu ting – ting dan cherrybelle, dan lain – lain tetapi liriknya tetap di buat tentang sampah dan sangat lucu dan menyenangkan dan kita bisa melakukan program yang ini terus – menerus kata handre Ketua OSIS

KAPANYE MEMBUANG SAMPAH DI SMPK St STANISLAUS

Akhir – akhir ini kesadaran siswa SMPK Santo stanislaus akan membuang sampah pada tempatnya sangat kurang padahal lingkungan hidup telah terkikis karena ulah tangan tidak bertanggung jawab, salah satunya adalah membuang sampah sembarangan. Bagi sebagian orang, sampah mungkin dipandang hal biasa dan tidak dipedulikan. Namun, yang jadi masalah adalah ketika sampah tersebut dibuang sembarangan oleh seseorang, baik di kelas, sarana dan prasarana , maupun di sluran air. Akibatnya, terjadi penumpukan sampah di beberapa titik, bila diumpamakan suatu penyakit, mungkin sudah sampai tingkat stadium empat.

Sampah terbagi dalam dua jenis, yaitu sampah organik dan non-organik. Penempatan tempat sampah biasanya juga dibedakan untuk kedua jenis sampah tersebut. Hal ini, guna memudahkan petugas kebersihan memilah sampah. Namun yang terjadi, terkadang siswa merasa malas untuk membuang sampah di tempatnya, padahal tempat sampah hanya berjarak beberapa meter dari dia berada. Ini mengindikasikan, lemahnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan dan keasrian alam.

Padahal alam hadir dengan keelokan yang rupawan untuk manusia. Tanpa tatanan manusia, alam telah terbentuk dengan sendirinya. Namun yang terjadi sekarang, manusia telah mencoreng keelokan alam. Buang sampah sembarangan ketika sedang mengendarai kendaraan pun sering dilakukan masyarakat, bayangkan bila masyarakat lain mengikuti jejak tersebut. Alhasil, bumi akan penuh dengan lautan sampah. Tidak jarang ketika sampah menumpuk, yang keluar dari mulut manusia adalah keluhan dan hujatan.

pada tanggal 29 Oktober 2011 Sosialisasi buang sampah pada tempatnya dibuat oleh beberapa siswa pioner yang memamng peduli akan lingkungan,  tetapai kegiatan inidirasa kurang maksimal karena biasanya menggunakan spanduk dan pamflet saja.  yang terpenting adalah menyadarkan akan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya.

Sampah yang busuk, dapat merusak kontur tanah dan berakibat rusaknya pohon-pohon. Bila tanah rusak akibat tercemar polusi dari sampah, bisa dikatakan menjadi malapetaka karena tanah merupakan penyangga kehidupan di bumi ini. Pasti semua mahluk hidup yang bergantung dengan adanya tanah akan mengalami ancaman dalam kelangsungan hidup. Dampak yang besar ini hanya karena kebiasaan kita membuang sampah sembarangan.

oleh sebab itu membangun kesadaran siswa mengenai arti pentingnya membuang sampah, seharusnya menjadi fokus sekolah dan diri sendiri karena yang terjadi sekarang, perbandingan anak yang sadar dan cuek dalam hal membuang sampah, 1:10 orang. Psikologi dalam individualitas sekarang ini dirasa meresahkan karena menjadi polemik. Kelestarian alam, tidak bisa dilestarikan hanya oleh beberapa orang saja, kerja sama antar masyarakat dalam skala besar dibutuhkan untuk menciptakan kelestarian alam.

Bila masalah sampah dibiarkan maka sudah pasti keseimbangan alam terganggu. Bisa dibuktikan sekarang ini, banjir di mana-mana, banyaknya penyakit yang timbul akibat banjir, bau yang menyengat, tanah longsor, bahkan polusi udara. Ketika banjir datang, masyarakat pun sudah tidak takut lagi, justru sudah berteman dengan banjir.

Jadi, kesadaran kita untuk membuang sampah pada tempatnya, harus digalakan mulai dini. Meski langkah kecil, namun, bila dilakukan bersama, alam yang indah dan bersih dari sampah, bukanlah impian semata. Karakter yang kuat untuk meyayangi bumi ini harus ditanamkan dari sekarang, untuk bumi yang lebih baik. ( Pitrajaya)

Mozaik Peristiwa Hotel Yamato Berbahan Sampah

By Pitrajaya burnama

Memperingati Hari Pahlawan, siswa SMP Katolik Stanislaus 1 Surabaya membangun mozaik dari sampah yang menggambarkan peristiwa penyobekan bendera Belanda di Hotel Yamato. Mozaik setinggi 30 meter dibangun 150 siswa selama 2 minggu.

 Siswa SMP Katolik  St Stanislaus 1 Surabaya memiliki cara unik memperingati Hari Pahlawan. Mereka membangun susunan mozaik dari sampah yang menggambarkan peristiwa penyobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, 18 September 1945.

pelaksanaanya pada Kamis (10/11), di sekolah yang berada di kawasan JL Residen Sudirman 5, Surabaya.

Hampir seluruh siswa berpartisipasi dalam acara tersebut. Mereka membuat mozaik penyobekan bendera berukuran 732×432 cm sama dengan 316.224 cm persegi. Dengan bahan 9 tripleks, 790 tas plastik bekas , sekitar 40 kg koran bekas dan kardus bekas minuman serta lem.

“Lama pengerjaan kurang lebih 2 minggu dan hari ini kita ingin mendirikan mozaik tersebut bersama-sama,” papar Pitra Jaya Burnama SPd, MPd selaku koordinator kegiatan.

Di samping membuat dan mendirikan mozaik, acara lainnya adalah membuat kerajinan dari barang bekas secara beramai-ramai, disingkat BAKAR serta lomba musik ‘Jingle STANSA musiknya juga dari barang bekas’.

“Acara ini bertujuan untuk menyadarkan siswa atas semangat kepahlawanan dalam peristiwa penyobekan bendera di Hotel Orange serta meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan dan memanfaatkan barang bekas menjadi barang ekonomi dan bernilai seni,” papar Catharina Ika, SPd, MPd, Kepala Sekolah SMPK ST STANISLAUS.

Ide pembuatan MOZAIK  sampah ini berawal dari Ibu Lili Handajani,S,Pd.M.Pd. selaku koordinator lingkungan hidup dan bapak Rudi Setiawan selaku guru kesenian

Peristiwa ini diliput oleh banyak sekali media baik TV atau koran

1. beritajatim.com/fotoberita.php?newsid=4497

2. http://www.centroone.com/news/…/hari-pahlawan-bikin-mozaik-dari-plasti.

3. http://www.berandakota.com/…/435-barang-bekas-di-hari-pahlawan-ala-sta..

4.www.vhrmedia.com/2010/detail.php?.e=4878

5. surabaya.detik.com

KEGIATAN CINTA LINGKUNGAN DI SDN KETABANG 1

Oleh :  Debby, Stevani dan Natalia

SDN ketabang 1 Surabaya  merupakan sekolah negeri yang memiliki program  cinta lingkungan. Hal itu terbukti dari terpampangnya poster besar berisikan tulisan  BIASAKAN BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA serta terdapat  tempat  pemilahan sampah dan composting di sekolah tersebut.  Selain itu, ada juga majalah dinding yang memuat berita tentang kegiatan cinta lingkungan seperti: lomba peragaan busana dengan menggunakan barang bekas.

“Hari ini ada latihan joget dan menyanyi yang diiringi musik dari barang-barang bekas,” kata Muhammad salah satu siswa di SDN Ketabang 1.  Ternyata alat musiknya adalah bambu & kayu yang dibuat sebagai alat kentungan dan panci bekas bisa dibuat menjadi drum kecil yang berbunyi nyaring. Walaupun hanya 8 orang yang melakukan latihan, suasana di sekolah itu menjadi ramai karena suara alat musik barang bekas tersebut.

Di sekolah ini juga terdapat keranjang komposting takakura yang berisi sisa-sisa makanan yang tidak terpakai. “Sisa makanan anak-anak dibuang di keranjang itu,” kata petugas kantin. Sayang sekali komposting disekolah ini tidak teratur, karena semua warga sekolah SDN Ketabang hanya asal memasukkan saja seperti yang dilihat peserta eco school hari ini.

LATIHAN MENGUJI KUALITAS AIR

Oleh :  Debby, Stevani dan Natalia

Cuaca hari ini, Selasa (22/11) agak mendung. Para peserta Workshop 2 Eco School bersama-sama berjalan ke sungai di dekat SDN Ketabang. Mereka hendak menguji kualitas air sungai. Dengan berbekal alat uji kualitas air dari Amerika mereka akan menguji kualitas air  tersebut secara fisik dan kimia.

“Untuk menguji tingkat kekeruhan air, kita menggunakan sachi disk,” kata Mas Bram, pemandu kegiatan dari Eco School. “Sedangkan untuk mengukur oksigen terlarut jangan lupa memasukkan satu butir pil DO dan untuk mengukur pH, masukkan dua butir pil pH,” lanjut Mas Bram.

Dean Joshua dari Stanislaus membantu Keffen untuk mengambil air sungai dengan cara memegangi tangan Keffen agar Keffen tidak tercebur di sungai. Alat pengambil air yang berupa tabung plastik di letakkan berlawanan dengan arus sungai agar airnya mudah masuk. Setelah pengambilan air, dilakukan pengukuran tingkat kekeruhan air dengan alat sachi disk. Menurut Dean Joshua, tingkat kekeruhannya adalah 40 dan tergolong sedang.

Pengujian selanjutnya adalah mengukur suhu air. Pengukuran dilakukan dengan cara mencelupkan thermometer ke dalam air selama 30 detik. Setelah 30 detik dilihat angka yang berwarna hijau. Menurut Keffen suhu air tersebut adalah 34o C.

Berikutnya Dean Joshua dan Keffen mengukur kadar Oksigen yang larut didalam air. Pengukuran dilakukan dengan cara memasukan sample air ke dalam tabung kecil sampai penuh tampa ada udara yang masuk, lalu memasukkan  1 butir pil DO kedalam tabung tersebut dan dikocok-kocok hingga pil itu larut. “DOnya 40 atau tergolong sedang,” kata Dean Joshua.

Sesudah itu Dean Joshua dan Keffen mengukur pH. Dengan cara memasukan air sample ke dalam tabung besar sebanyak 10ml, setelah itu diberi 2 butir pil pengukur ph. Kocok-kocok hingga pil tersebut terlarut. “Ternyata pH-nya 7, berarti normal ya,” tukas Dean Joshua.

Lalu untuk mendukung data di atas Dean Joshua dan Keffen mengangkat termometer ke atas , ternyata suhu udara 32o C.

Demikian kegiatan penelitian kualitas air yang dilakukan oleh Dean Joshua dan Keffen. Kegiatan ini dilakukan agar nantinya siswa dapat mengukur kualitas air sendiri di sekolahnya masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: