Kegiatan

TEAM KOLINTANG MENGIKUTI LOMBA DI GEREJA MARANATA

TERIMA KASIH SUDAH BERJUANG TEAM KOLINTANG SMPK SANTO STANISLAUS DI GERAJA MARANATA TANGGAL 17 – 21 MEI 2011

PADA LOMBA PADUAN SUARA SESURABAYA TINGKAT SMP DI KAPAS KRAMPUNG PLASA

KOLABORASI KAKAK ADIK  PADUAN SUARA SMP DAN SMA SANTO STANISLAUS

Stansa + Smaksta Choir tampil di Pasar Malem Tjap Tjoenjoengan, melihat mereka kolaborasi malam itu, saling suport satu dengan yang lain, sungguh membahagiakan. Bunda BANGGA dengan kalian semua!!!! Thanks untuk semuannya, special tengkyu utk Bu Dewi Sintowati.

LOMBA FUTSAL AJBS

Lomba Melukis Siswa SMPK Santo Stanislaus Rayakan Hari Ibu
Johansen Halim – detikSurabaya


Surabaya – Sosok ibu merupakan orang yang mengorbankan banyak hal bagi anaknya. Untuk merayakan jasa ibu, puluhan siswa-siswi SMPK Santo Stanislaus 1 di Jalan Residen Sudirman 5 Surabaya menggelar acara bertema ‘Kasihmu Tiada Duanya, Ibu’.

Kasihmu tiada duanya, Ibu, merupakan kegiatan mengasah kreativitas anak-anak terdiri dari lomba melukis tentang ibu yang dapat dilambangkan dengan matahari, bulan, bunga atau malaikat.

“Kami mengadakan acara ini untuk menyadarkan para siswa tentang betapa besarnya kasih seorang ibu. Selama ini mungkin banyak siswa melupakan dan kurang menghargai betapa besar kasih seorang ibu,” kata Kepala Sekolah SMPK Santo Stanislaus 1 Chatarina Ika Retnaningtyas kepada detiksurabaya.com (21/12/2010).

Selain lomba melukis, juga ada lomba membuat puisi untuk ibu, lomba membuat surat untuk ibu, serta lomba menyanyi lagu tentang ibu.

“Lomba ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 7 sampai 9 berjumlah 161 peserta. Mereka diberi kesempatan memilih 1 dari 4 macam lomba yang diadakan. Dengan acara ini kami berharap para siswa bisa lebih menghargai, menghormati, juga bangga pada ibunya. Diharapkan pula hal ini dapat berdampak pada semangat belajar serta perilaku siswa-siswi untuk menunjukkan cintanya kepada ibu,” jelas Chatarina.

Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB – 09.00 WIB ini lebih menghargai hari-hari besar. “Tujuan saya menggelar acara-acara ini adalah agar anak-anak lebih peduli dan menghargai hari-hari besar. Selama ini kan makin banyak anak-anak yang tidak tahu apa yang dirayakan di hari-hari tertentu,” jelasnya.

Lucia Krismi Harnani, guru Bahasa Indonesia sekaligus juri lomba puisi mengaku pemenang akan diumumkan 22 Desember. “Yang menjadi juri adalah bapak dan ibu guru sendiri. Pengumuman pemenang akan diadakan besok, 22 Desember 2010, saat murid-murid datang untuk penerimaan rapot. Untuk melukis akan dipilih 5 juara, sedangkan lomba menyanyi, menulis surat dan puisi akan dipilih 1 juara. Semua juara akan mendapat hadiah berupa uang,” ujarnya.

Sementara peserta lomba mengaku lomba yang diikuti saat ini merupakan bentuk apresiasi terhadap sang ibu. “Saya ikut lomba menulis surat. Suratnya saya buat untuk mama, buat suratnya sampai setengah jam, senang sekali bisa ikut lomba ini,” ujar seorang peserta lomba, Candra K.

Sedangkan Anatha dan Ivan D, siswa kelas 7B yang mengikuti lomba melukis mengaku senang. Dia sengaja melukis wajah ibunya dengan membawa lukisan ibunya. “Senang bisa ikut lomba! Saya memang suka melukis. Ini lukisan mama saya di malam hari,” jelas Anatha.

Hari Pahlawan, Siswa SMP Susun Mozaik Bung Tomo
Norma Anggara – detikSurabaya

<p>Your browser does not support iframes.</p>

Foto: Norma Anggara

Surabaya – Sebagai sosok yang dikenal sebagai motivator perjuangan arek Suroboyo, Bung Tomo pantas menjadi inspirasi para pemuda zaman sekarang. Dengan alasan ini pula, siswa SMPK Santo Stanislaus merangkai mozaik Bung Tomo yang berukuran 360×720 cm.

Mozaik ini tersusun dari 25.000 tutup botol beralaskan triplek. Mulai dari botol air mineral, botol obat, hingga botol minuman bersoda. Pengerjaan mozaik ini dilakukan selama satu minggu oleh para guru dan murid SMPK Santo Stanislus.

“Kegiatan ini sengaja dilakukan untuk mengenalkan sosok Bung Tomo dibenak para murid. Bung Tomo adalah salah satu tokoh penting pewujud kemerdekaan Indonesia, khususnya Surabaya,” tutur salah satu guru seni SMPK Santo Stanislus, Rudy Setiwan saat mendampingi murid-murid menyusun tutup botol di halaman sekolah di Jalan Residen Sudirman, Rabu (10/11/2010).

Kegiatan ini, tambah Rudy, sekaligus mengenalkan seni terhadap murid-murid. Bahwa barang yang sudah tidak berguna pun masih bisa dimanfaatkan sebagai karya seni.

Para murid pun berantusias menyelesaikan polesan terakhir mozaik Bung Tomo. Tidak tanggung-tanggung mereka memperkuat rekatan tutup botol dengan lem kayu yang dipoles berulang-ulang.

“Saya fans berat Bung Tomo. Beliau berani mempertaruhkan nyawanya untuk mengobarkan semangat para pejuang Surabaya. Dan sampai kapanpun, saya pasti akan seperti Bung Tomo, menjadi pelaku utama yang memperjuangkan kedaulatan Indonesia, termasuk kalau harus memakai bambu runcing,” kata salah satu murid kelas 7B SMPK Santo Stanislus, Anatha Pindika Arifin.

Siswa SMPK St Stanislaus Surabaya Lukis Becak Sambut Kemerdekaan Indonesia

Surabaya – Ratusan siswa dan guru SMPK Santo Stanislaus, Surabaya, Jawa Timur, Senin, mengecat dan melukis becak tradisional untuk menyambut dan memperingati Hari Kemerdekaan ke-65 RI.Sekitar 20 becak yang biasa mangkal di kawasan Jln. Residen Sudirman, dijadikan objek lukisan oleh para siswa dan guru di halaman sekolah.”Kegiatan ini untuk memperingati hari kemerdekaan RI dan kami gelar rutin setiap tahunnya,” ujar Kepala SMPK Santo Stanislaus, Chatarina Ika Retnaningtyas.Selain menyambut HUT RI, lanjut dia, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menghargai jasa abang becak serta melestarikan becak sebagai alat transportasi tradisional yang harus tetap dipertahankan.Menurut Chatarina, becak dirasa sebagai alat transportasi yang sangat memasyarakat dan ramah lingkungan. Hanya saja, karena tampil kurang menarik, maka peminatnya selalu sepi dan selama ini dipandang sebelah mata.”Ini yang menyebabkan becak kurang mendapat perhatian dan merasa terpinggirkan. Sehingga, kita melakukan kegiatan ini untuk mengubah becak menjadi menarik di mata masyarakat,” tutur dia.Kegiatan melukis becak ini juga dilombakan dan dinilai yang terbaik. Disamping itu, khusus para abang becak, mereka mendapat bingkisan dari sekolah serta pesangon senilai Rp50 ribu.”Ini untuk mengganti biaya mereka yang tidak bekerja selama seharian karena kami minta datang ke sekolah. Semoga bisa bermanfaat bagi semuanya,” tukas Catharina.

“Tidak hanya itu saja, ini juga untuk mengiplementasikan mata pelajaran kesenian yang sudah diajarkan,” ucapnya menambahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: